Bayang Reka Television  on Flash Media merupakan Streaming TV dengan system looping playback.

Sekretariat:
Bugel mas Indah D9-1,Karawaci,Tangerang, Indonesia - 15113
Phone/Fax: (021) 5517190
Email: bayangrekatv@yahoo.com
Bayang Reka Television on Flash Streaming Media
Hak Cipta @ Bayang Reka Television - Po Box 638 Tangerang 15001 Indonesia Phone: 021-5517190 e-mail: bayangrekatv@yahoo.com
Sejarah SENSORI INTEGRASI dan OKUPASI TERAPI (OT)

Istilah Sensori Integrasi (SI) diterbitkan kepada publik pertama kali tahun 1976 oleh Jean Ayres Phd OTR tentang intervensi metode SI dan peran OT dalam metode tersebut.

Eleanor Clark Slagle merupakan salah satu pioneer dalam pengembangan ilmu OT, bersama dengan Adolf Meyer, William Rush Dutton mereka mengembangkan istilah occupation yang memiliki andil besar dalam
kehidupan manusia saat ini.

Okupasi Terapi merupakan disiplin ilmu kesehatan bukan disiplin medis, karena menitik beratkan pada efek dari permasalahan kesehatan yang dihadapi terhadap aktifitas keseharian yang merupakan fenomena yang unik dan bukan merupakan fenomena medis.

Diabad ke-17 seorang filsuf dan ilmuwan prancis "Rene Docrates" meyakini bahwa pikiran (mind) dan tubuh harus dilihat secara terpisah. Dahulu penanganan terhadap manusia dilakukan seperti mesin, yang dapat dipisahkan lagi dipasang kembali jika struktur dan fungsinya secara ilmiah dapat dipahami.

Occupation didefinisikan sebagai aktifitas yang familiar dan dilakukan manusia secara rutin. Yang diklasifikasikan dalam beberapa bagian; bekerja/produktifitas, bermain, leisure (aktifitas waktu luang) dan self care (mempertahankan keberadaan dirinya dalam lingkungan sosial).

Okupasi terapi memandang manusia sebagai sosok yang kompleks dan dinamik. Permasalahan kesehatan akan mempengaruhi kemampuan manusia untuk memenuhi kebutuhannya dalam hubungannya dengan lingkungan.

Ayres mengembangkan teori SI untuk menjelaskan masalah penginterpretasian sensasi dari tubuh dan lingkungan serta kesulitan pada aktifitas akademik dan motor learning dalam memenuhi tuntutan lingkungan yang mempengaruhi manusia untuk melakukan occupation.

Sampai saat ini teori ini terus dikembangkan oleh para pakar OT dalam memberikan pelayanan terapi SI, cukup banyak tokoh yang membantu dalam pengembangan ilmu OT yang berkaitan dengan metode SI ; wilbarger (sensory defensiveness), Otter, Reichter dan Frick (MORE), Williams dan Shellenberger (alert program), dan banyak lagi lainnya. Semua berkat dedikasi dan kerja keras Jean Ayres (18 juli 1920 – 19 Desember 1988).

Saat kebutuhan akan pengintegrasian sensori berjalan sejajar dengan tuntutan lingkungan. Seorang anak dapat merespon secara efisien, kreatif dan memuaskan pada saat-saat menyenangkan dalam bermain. Kata "menyenangkan" adalah kata kunci dalam sensori integrasi, yang memiliki andil besar saat bermain.
Masalah Sensori Integrasi
Dengan permasalahan SI, anak mengalami kesulitan untuk menguasai kemampuan tertentu, yang menghambatnya untuk bereksplorasi, kreatif dan mengorganize dirinya saat berada di lingkungan.
Perilaku mencari stimulasi sensori tertentu membuat anak kesulitan untuk melakukan proses belajar karena kesibukannya mendapatkan informasi sensori sebagai "makanan otak" namun tidak seimbang porsinya.
Okupasi Terapi dengan melakukan metode Sensori Integrasi membantu untuk menjelaskan permasalahan untuk melakukan aktifitas yang berhubungan dengan permasalahan sensori yang dimunculkan dengan
melihat juga aset dan limitasi yang dimiliki. Sehingga terformulasikan strategi penanganan yang sesuai dengan keunikan anak sebagai suatu individu.

Kami memiliki 22 room flash streaming edisi terbaru, yang semuanya bisa anda download secara bebas.
Untuk menikmatinya silahkan tekan tombol perak maka anda akan terhubung dengan beberapa room studio streaming kami.


THERAPHY SENSORI INTEGRASI

Metode Sensori Integrasi ada salah satu kerangka acuan multi sensori yang digunakan oleh seorang Okupasi Terapis dalam menangani kasus-kasus sensomotorik maupun Integrasi Kognitif.

Disfungsi Sensori Integrasi adalah gangguan proses neurologis yang berhubungan dengan disfungsi dari sistem otak dalam memproses setiap informasi yang diterima oleh panca indera dari lingkungan. Sistem sensori ini berperan penting dalam mendeteksi rangsangan yang berupa rangsang tekan, perabaan, pendengaran, penciuman, perasa dan rangsang nyeri, serta posisi dan gerakan tubuh. Hubungan antara perilaku dengan fungsi otak dalam menindaklanjuti setiap informasi yang diterima panca indera dari lingkungan biasa dikenal dengan istilah Sensori Integrasi (A.Jean Ayres,Ph.D.,OTR in the 1960s)

Strategi untuk mengatur dan menangani Masalah Sensori Integrasi:
Pahami latar belakang masalah yang dimunculkan
1.    Mengetahui kebutuhan sensori anak yang bersifat individual
2.    Formulasikan strategi yang tepat untuk mencegah masalah yang muncul
3.    Support anak untuk memahami kebutuhan sensorinya dan dengan tehnik yang sesuai.

Beberapa tehnik yang digunakan dalam terapi okupasi dengan pendekatan Sensori Integrasi:
1.    Wilbarger protocol
2.    MORE (Motor, Oral Respiratory and Eye Coordination)
3.    Listening therapeutic
4.    Sensory base activity

Informasi sensorik (Sensory Information) berasal dari:
1.    Mata (Visual)
2.    Telinga (Auditory)
3.    Hidung (Olfactory)
4.    Lidah (Gustatory)
5.    Kulit (Tactile)
6.    Otot dan persendian (proprioceptive)
7.    Keseimbangan/balance (Vestibular)

Anak Autism memperlihatkan perilaku mencari (seek) dan menghindar (avoid).
Contoh perilaku mencari input (sensory seeking behaviour):
-    Hiperaktif
-    Suka dengan suara keras, berisik, menghidupkan TV dengan suara keras
-    Perilaku agresif
-    Suka kegiatan: lompat-lompat, panjat-panjat, berayun dan berputar
-    Tidak sadar bila dirinya disentuh atau menyentuh orang lain terlalu keras.

Contoh perilaku menghindari input (sensory avoidance behaviour):
-    Menolak jika disentuh
-    Takut ketinggian, takut bergerak, tidak suka dengan permainan seperti luncuran, ayunan.
-    Tidak mau mencoba hal atau permainan baru.
-    Tidak nyaman berada di lingkungan yang ramai, seperti suasana pesta, mal.
-    Sangat pemilih: hanya suka dengan tekstur kain tertentu, hanya suka dengan jenis rasa, tekstur makanan tertentu, tidak mau mencoba jenis makanan baru.

“Bermain adalah pekerjaan yang dilakukan anak-anak. Melalui itu sang anak belajar tentang dirinya dan dunia sekitarnya. (Sensory Integration International, 1991).

Melalui hal tersebut, Okupasi Terapi memberikan aktivitas pada setiap sesi terapi secara relevan. Setiap anak akan memiliki dorongan dari diri (inner drive) untuk bergerak, bereksplorasi dan belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Yang secara logis saat pembelajaran yang paling baik adalah saat individu mendapat pengalaman yang menyenangkan, memuaskan dan aman. Sesi terapi diterima anak sebagai sesuatu yang memberikan motivasi dan dilakukan dengan bermain adalah sangat penting pada proses dan tujuan terapi.



Sumber: http://www.goldenbraincentre.com
Sekelumit  tentang Bayang
Bayang Reka Television telah menjadi ada sebagai rasa sayang kami terhadap Sdri. Bayang Reka Pradini (alm) yang begitu atensi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pengentasan budaya disekitarnya.


Bayang Reka Pradini dilahirkan pada tanggal 16 Desember 1989 dan dipanggil Tuhan pada tanggal 12 Januari 2006. Kendati usianya yang masih relatif muda, perhatiannya terhadap musik menjadi bagian yang begitu penting bagi kami. Bayang Reka Pradini menjadi inspirasi kami untuk terus menerus berkarya, tidak harus dengan upaya yang rumit,     sederhana  namun berarti terutama bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Bayang Reka Television adalah sisi lain dari usaha untuk tetap menghidupkan semangat Bayang Reka Pradini di dunia ini. Kekuatan dasar yang menopang semangat kami adalah kegigihan pahlawan kecil kami, yang terus menerus berupaya untuk tetap eksis disetiap tempat, setiap waktu, bahkan mungkin sampai saat ini, Bayang masih terus melihat kegigihan kami juga untuk terus mengabadikan perjuangannya.
Sejak usia TK, Bayang selalu menjadi juara kelas, dan kecerdasannya memang sudah tampak sejak ia berusia 2 tahun. Ketika suatu saat ia mampu menhafal tulisan " air susu ibu tanda kasih sayang dan mencerdaskan kita semua" dan tentu membuat kami semua terperanjat waktu itu. Sampai ia berusia 13 tahun tidak pernah ada tanda-tanda kelemahan fisik pada dirinya. Hobinya adalah olahraga Volley dan musik (terutama mencipta lagu dan menyanyi). Namun rupanya Tuhan berkehendak lain. bayang yang begitu taat terhadap Tuhannya, justru dipanggil dalam usia yang masih sangat relatif muda (16 tahun). Namun... kami bangga karena diberi kesempatan melahirkan dan mendampingi Bayang sampai pada usianya yang ke -16.

Jaringan TV-Flash Media
Jaringan TV-Flash Media
Situs TV- online dengan koneksi terbatas
Tidak Semua Gangguan Belajar Bisa ditangani dengan SI Therapy
Pada semua anak berkekhususan memang akan diikuti dengan masalah sensorik dan motorik (Senso-motor). Tetapi gangguan senso-motor yang menyebabkan gangguan pada sensory integration (sering disebut Sensory Integration Disorder), bukan entity sebuah diagnosa, tetapi adalah gangguan yang menyertai (komorbiditas) gangguan-gangguan ataupun masalah perkembangan neurologik seperti misalnya: dysphasia/speech delayed, ADHD, autisme, learning disabilities, dlsb.
Sehingga dalam hal ini yang menjadi masalah primernya adalah diagnosanya itu, bukan gangguan yang menyertainya/komorbiditas (senso-motor).

Dengan demikian, andaikan hanya dengan senso-motor diperbaiki dengan sendirinya tidak dapat mengatasi masalah-masalah yang diakibatkan oleh adanya gangguan neurologis tadi. Juga perbaikan sensori-motor tidak mungkin dapat mensubtitusi atau mengganti proses pembelajaran yang terhambat akibat adanya gangguan neurologis itu.

Kita ambilkan contoh pada autisme. Autisme adalah sosok yang mengalami masalah dalam kemampuan bahasa non-verbal, keterbatasan kreativitas berpikir – sehingga ia mengalami gangguan konteks (contexblindness) yang berakibat pada masalah dalam proses bejalar pemecahan masalah. Akibatnya adalah sekalipun senso-motor diperbaiki tetapi masalah autismenya masih ada, dengan demikian ia juga akan tetap mengalami gangguan belajar.

Masalah sensorik dan motorik memang harus kita upayakan – diperbaiki. Tapi jangan mengharap masalah senso-motor ini akan hilang. Yang hanya bisa kita upayakan adalah mengajarkan bagaimana sensor dan motor bekerja, mengurangi sensitivitas dengan mengajarkan bagaimana mengahadapi hal-hal yang mengganggunya itu. Sehingga ia akan menjadi lebih trampil, sekalipun masalah senso motor dan gangguan belajarnya masih ada karena gangguan neurologisnya memang merupakan long live disabilities.

LD (learning disabilities: disleksia, disgrafia, diskalkulia) adalah gangguan neurologis yang primer dan ekslusif (tidak menyebabkan gangguan gangguan lain dan bukan disebabkan oleh gangguan lain). Pada anak-anak yang mengalami gangguan perilaku dan mental yang disebabkan karena gangguan neurologis akan juga diikuti LD sebagai gangguan yang mengikutinya (komorbiditas).

Sumber: http://www.facebook.com
Pada evaluasi sensori, segala macam faktor yang dapat mengganggu proses penilaian ditekan seminimal mungkin.[2] Hal ini dapat dilakukan dengan memisahkan setiap perserta evaluasi sensori agar tidak saling berkomunikasi sehingga penilaian yang dihasilkan benar-benar murni berasal dari pendapat pribadi masing-masing individu.

Terdapat berbagai metode evaluasi sensori.[1] Para peneliti harus mengetahui dengan jelas keuntungan dan kerugian metode-metode tersebut.[1] Peneliti dapat memilih metode yang paling cocok dan efisien untuk kasus yang dihadapi.[1] Tidak ada metode yang dapat digunakan secara umum atau untuk semua kasus.[2] Para peneliti harus memformulasikan dengan jelas tujuan dari pengujian dan informasi yang ingin diperoleh dari pengujian tersebut.[2]

Evaluasi sensori memiliki tiga jenis metode, yaitu[3]:

   1. Uji Diskriminatif
   2. Uji deskriptif
   3. Uji Afektif



  Sumber: http://www.wikipedia.com
Memori Sensori



Memori sensori adalah sistem yang bekerja seketika melalui alat indera dinama kita memberikan arti kepada stimuli yang datang dinamakan persepsi. Arti yang diberikan berasal dari realitas objektif serta dari pengetahuan kita sebelumnya. Contohnya, suatu symbol ‘l’ akan dipersepsi sebagai huruf alpabet tertentu kalau kita menggolongkannya dalam urutan j, k. l, m; namun dalam kesempatan berbeda seperti l, 2, 3, 4 maka symbol yang sama bermakna angka satu. Memori sensori akan menangkap stimuli dan mempersepsi, atau memberikan makna; dalam hal ‘l’ konteks dan pengetahuan kita akan menentukan makna yang akan diberikan, bagi seseorang yang tidak mempunyai pengetahuan tentang angka atau huruf, maka symbol itu kemungkinan tidak bermakna apapun. Misalnya teks yang Anda baca saat ini akan dipersepsi berbeda oleh orang lain yang tidak mengerti bahasa Indonesia ataupun yang buta huruf, walaupun matanya melihat deretan simbol yang sama seperti Anda; ataupun saat kita membaca huruf kanji dari koran berbahasa Jepang dimana kita tidak punya kemampuan untuk memahaminya. Memori sensori tidak hanya bekerja untuk simbol saja namun juga dalam hal warna, gerakan, suara, bau, suhu dan lainnya yang semuanya harus dipersepsi secara simultan. Namun karena keterbatasan kemampuan, kita hanya dapat memfokuskan pada beberapa stimuli saja dan mengingkari yang lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian sangatlah selektif; dengan kata lain saat perhatian penuh sangat diperlukan, biasanya stimuli lainnya akan ditolak.

Perhatian adalah tahap pertama dalam belajar. Siswa tidak dapat memahami apa yang mereka tidak kenali atau tidak dapat dipersepsi. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi perhatian siswa. Tampilan atau aksi yang dramatis dapat mencuri perhatian siswa pada awal pembelajaran. Cara lainnya adalah melalui perlakuan pada kata yang diucapkan atau ditulis oleh guru dengan warna yang kontras, digaris bawahi atau ditandai; memangil siswa secara acak, memberikan kejutan siswa, menanyakan hal yang menantang, memberikan masalah yang dilematis, mengubah metoda mengajar dan tugas, mengubah frekuensi suara dan jedanya akan dapat membantu menarik perhatian dari siswa. Namun menarik perhatian siswa adalah hal pertama, membuat mereka untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugasnya juga hal yang kritis berikutnya harus dilakukan oleh guru.

Sumber: http://deceng.wordpress.com/
Hak Cipta @ Bayang Reka Television - Po Box 638 Tangerang 15001 Indonesia Phone: 021-5517190 e-mail: bayangrekatv@yahoo.com
WEB LINK:
Evaluasi sensori
Evaluasi sensori adalah suatu metode ilmiah yang digunakan untuk mengukur, menganalisis, dan menginterpretasikan respon terhadap suatu produk berdasarkan yang ditangkap oleh indera manusia, seperti penglihatan, penciuman, perasa, peraba, dan pendengaran
HOME        ABOUT US        ACTUAL NEWS        ARSIP        BRAIN        CYNEMA        DANGEROUS ZONE       FLORA        FAUNA        HEALTH        HIGHWAY          ILMIAH
JOURNEY        KIDS        KULINER        KONFLIK        MAN        MISTERI     MUSIK        PLANET        PSYCHOLOGY        REKAYASA           SPORT     TRAVELING
TRAGEDI         UNPLUGE        WOMAN        X-FILE
All about Psychology:
Video Artikel Lainnya:

Pengaruh Stress terhadap Memori Seseorang

Mengenal Metode Lovaas

Terapi Neurofeedback

COMPLEMENTARY THERAPHY & PHYSICAL THERAPHY

THERAPHY SENSORI INTEGRASI

Anorexia Nervosa

Depresi

Alzheimer

"Theory of Mind" pada Remaja Down Syndrom dan Penyandang Gangguan Perkembangan Mental

Gangguan Mental Ternyata Penyakit Keturunan

Psikopatologi  Anak dan Remaja Termasuk Prediksi Pengalaman Delusional Seperti  yang Dialami Individu Dewasa